Posts

Showing posts with the label Kisah

Teruntuk Kami yang Harus Tahu Kesederhanaan Para Tokoh Indonesia

Image
Pendiri bangsa Republik Indonesia, Soekarno-Hatta. (Foto: Isitmewa) Kaum millennial saat ini identik dengan 'Me Generation’ yang narsis, tak peduli apapun selain diri sendiri. Lantas adakah mereka yang masih gemar membaca sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan belajar dari para pahlawan? Well, sebagai generasi yang merajai usia produksi sekaligus sebagai konsumen terbesar di era modern. Milenial harusnya mampu membuktikan diri, dengan terlepas dari ketergantungan orang tua, gawai, kutu loncat, suka bermalas-malasan, dan konsumtif. Kini Indonesia telah merdeka selama 74 tahun, harapannya semangat para pahlawan terus mengalir dalam darah para pemuda. Sebab, perjuangan sebelumnya, membutuhkan tekad dan semangat luar biasa. Memang bukan saatnya untuk berleha-leha, sementara keadaan begitu cepat berubah. Sebaiknya, untuk bisa maju, para kaum milenial mengetahui kisah para pahlawan di Republik ini, dimana mereka mampu hidup sederhana, penuh perjuangan dan memiliki ment...

Mantan

Image
Berasal dari sebuah ikatan, itulah mantan penuh kabahagiaan, kebersamaan dan tatapan namun itu adalah awalan yang akan menjadi akhiran. Dulu kita pernah berjanji lewat hati, hingga jalani hari yang terlewati haruskah seperti ini? Aku mengingkari bilangan hati tak sanggup lagi dengan sayang-menyayangi Di ujung jalan itu aku menemukan ketentraman yang membuatku utuh Diri sendiri untuk menghapus masa lalu, Cinta yang lalu itu bukanlah cinta yang sungguh itu hanya janji yang membuatmu terluka di saat waktu yang tak tentu, jika kita dalam hati yang semu. Wahai Mantan, diriku tahu Kita akan bahagia ke depannya tapi Kita tak akan pernah bersama Aku, Kamu adalah sebuah ikatan yang bermula tapi pada akhirnya, Kita adalah sama. Aku mantanmu dan kamu adalah mantanku... Itulah catatan dalam hidupku tentang sebuah "mantan", sudah satu, dua, tiga, empat hingga ada yang lima tahun lamanya. berbagai cara untuk melakukan sebuah ikatan yang dulunya untuk masa depan, namun berakhir dengan me...

(AFTER) Nonton Catatan Akhir Kuliah

Image
Foto Bersama rekan seperjuangan di Malang 27 Juli 2015... Hari yang ditunggu-tunggu oleh para Mantan Mahasiswa yang hidup di rantauan (sapa lagi kalo bukan Kami) yah... Kami itu adalah Abdur, Alfaneko, Hanung, Adit dan si Mbah kakung kami yang sangat Kami banggakan Endro AS. Berjanji di sebuah bioskop Epicentrum bilangan Jakarta aja, Kami sepakat untuk menonton film aksi perdana sahabat kami Abdur Arsyad. Meski sebelumnya dia pernah bermain di film Air dan Api 2 tetapi film Catatan Akhir Kuliah ini merupakan film perdananya dalam dunia akting. Yah sudah tahukan "Catatan Akhir Kuliah" ini merupakan sebuah novel karya dari Sam, yang di bukunya itu menceritakan tentang kehidupan kampus, masa gejolak asmara yang berakhir payah hingga berakhir indah pada waktunya. Nah karyanya Sam akhirnya hadir dalam bentuk sebuah maha karya lagi yaitu lewat layar kaca (bioskop) yang di produksi oleh "Dari Hati". Okeh lanjut, menurut sinopsisnya film ini menceritakan  Sam (Muh...

Akhirnya #AkuWisUdah

Image
no Edit! " Berjalanlah walau habis terang, ambil cahaya cinta Ku terangi jalanmu " Sejenak terdengar sebuah lagu Peterpan berjudul "Walau habis terang", teringat tanggal 24 Januari lalu. Sebuah prestasi tersendiri buat aku untuk bisa membahagiakan kedua orang tua yang datang, dan juga kerabat terdekat yang turut ikut serta datang mengucapkan selamat. Selayaknya moment ini telah terjadi beberapa tahun yang lalu, namun aku menunda segala sesuatu agar terlihat banyak cerita di dalamnya. Gelar akademik itu sudah aku raih pada tahun 2013 lalu ( baca ini )  tetapi itu saja tidak cukup. Semua orang butuh bukti kamu menggunakan toga. iya toga.... Tolak untuk Gagal! Orang tua pun selalu menanyakan hal yang sama, hingga panggilan mereka mengalahkan notif yang ada di Path, twitter bahkan facebook. "Ocehan Sayang" iya itu kataku sendiri, karena orang tua selalu mengoceh tiap aku angkat telpon mereka. "Tatang, kapan wisuda?", "Tang,wisudany...

Kembali menulis dan bercerita di Idul Adha

Image
Hap-hup-hap-hup…Akhirnya nulis lagi setelah sekian lama tidak nemuin mood sejak pulang dari kampung halaman…hehehe Bukan tanpa alasan karena nemuin mood itu susah banget dan juga ada kejadian gak terduga datang hingga membuat moody berubah. But it’s Ok , yang penting Saya bisa menulis lagi sekarang... Allahu Akbar ... Allahu Akbar ....Allahu Akbar  Suara takbir menggema sejak semalam di kota Malang, degupan jantung terasa lebih berdebar dari biasanya. Isi kepala seakan terbawa oleh imajinasi di rumah dan juga pertanda ini adalah malam Takbiran terakhir di Kota ini… Umat Muslim kembali meraih kemenangan, setelah idul Fitri kini kita menuju ke kemenangan Hati yang diperoleh dari buah kesabaran. Di Hari Raya ini Saya ingin sedikit posting cerita tentang Kisah Nabi Ibrahim AS dan anaknya Isma’il AS yang menjadi latar belakang orang berHaji ke tanah Suci Mekkah. Semoga kisah ini menjadi inspirasi dan Kita bisa mengambil hikmah dibaliknya.  Pada suatu hari, Nab...

Apes yang Berbuah... [Lewat Doa]

Image
Dalam hati selalu berdo'a Alhamdulillah, PC ku kembali normal hari ini setelah kemarin aku menyalakannya tidak bisa Log on ke desktop dan di tambah saat ingin memperbaiki/install ulang listrik tiba-tiba mati, aduuh apes banget hari ini batinku karena di dalam PC ada data-data backup hapeku yang penting. Setelah mendekam di kegelapan aku memutuskan untuk keluar ke warnet “ah siapa tau nanti pas keluar listrik udah menyala” setelah melewati jalan dinoyo listrik masih mati, aku teruskan perjalanan bak kunang-kunang yang melewati kegelapan ini. Sampai di kota listrik masih tetap padam. Oh tuhan cobaan apa ini? Lalu aku putuskan untuk pulang ke kost karena cuaca diluar juga lagi tidak bersahabat.  Sesampai dikamar yang gelap Aku mennyalakan lilin sebagai penerangku, sambil menghisap rokok hatiku bergumam padaNya “Ya Tuhan, hamba baru sadar bahwa tanpa teknologi hamba benar-benar mati gaya, namun hanya engkau tempat aku mengadu” . Sambil berbaring di kasur aku menco...

HATI AISYAH YANG BERSUJUD ( Intro)

Image
Ilustrasi Selembar kertas menghiasai ruang tamu dirumah yang sederhana hingga mempunyai makna bagi keluarga  yang tinggal disitu. isinya berupa nilai, yang bisa membuat perabot bercahaya seperti lukisan, sofa dan nilai estetika yang ada diruang itu. Itu adalah kertas nilai raport Aisyah, anak tunggal dari keluarga Bapak Arif dan Ibu Hanum. Aisyah adalah siswi dari sebuah madrasah yang berada disebuah kota kecil di kabupaten Sumbawa, kota panas yang bisa membuat orang mudah berkeringat sebelum melakukan aktivitas. Dari kota ini Aisyah mampu menjaga dirinya dengan balutan jilbab yang rapih menutupi lekuk tubuhnya yang sudah mulai beranjak dewasa. Wajahnya sejuk serta memiliki senyuman yang mampu menghipnotis orang-orang di sekitarnya. Kembali ke ruang tamu, Ucapan salam terucap dari bibir aisyah sebagaimana biasanya tiap hari dia memasuki rumahnya itu “ Assalamualaikum ”, Wa alaikum salam jawab seorang Pria yang berada di ruang tamu.  Biasanya suara itu terjawab da...

Lanjutan Mimpi (2)

Image
Madrasah Aliyah Negeri I Sumbawa (2006) Hari ini tubuhku terasa lelah, setelah seharian berkeliling ke Mitra mencari perlengkapan adik-adikku yang bakal kuliah di Malang. Sesampai dikos aku hanya menikmati kopi yang kurang panas (karena air di galon habis)- maklum tanggal tua *Anak kost hehehe Ku rebahkan badanku dikasur yang tipis milik kos-an, mata ini ku paksa untuk pejam agar mimpi-mimpi Indah menghampiriku (Gelap)......... Terasa hangat ditubuhku, ini tempat yang tak asing sepertinya dan waktu menunjukkan pukul 10.00. Banyak siswa-siswi yang lalu-lalang melewati beberapa kelas, mereka melihat secarik kertas yang terpampang disetiap kelas berharap ada nama mereka disetiap kelas itu. Aku hanya diam disekitar depan kelasku (kelompok Untung Surapati) dimana tempat ini aku melihat temanku Iqbal Juliansyah . “ Hei... ” seseorang memegang bahuku dan menyapa “ Kamu kelas mana? ”sahutnya. “ Aku belum tahu, nanti aja setelah yang lain tidak ramai ” jawabku. Seorang teman yang...

Berawal dari Mimpi

Image
Caption: Seorang Sahabat Kegundahanku terasa dimalam ini, malam yang berselimut lapisan es yang membentuk di kamar kosku hingga membuat pikiranku membeku dan kaku.  Ku buat kopi untuk menenangkan diriku agar nanti aku bisa terlelap dengan tenang. Kopi adalah obat tidur yang manjur bagi tubuhku ntahlah ini terjadi karena kinerja saraf otakku yang lemah atau melawan sugesti pada umumnya. Meneguk kentalnya kopi perlahan membuat mataku sayu-sayu hingga ku berbaring ditempat terindahku, dengan kasur tipis, bantal dan guling menemani tidurku. Hingga mata kecil ini tak mampu melihat nyatanya dunia ini seperti apa kini. (gelap) Riuh, gaduh dan ramai suasana yang ku rasa... “Ayo perlengkapannya disiapkan dan digunakan saat Kita upacara” terdengar suara yang menggema diseluruh kelas. Aku hanya diam dan bingung didalamnya dan sosok itu mendatangiku. “Hei kamu, nama  kamu siapa? Apa kamu dengar tadi apa yang diumumkan oleh kakak kelasmu?” .   “Oh iya kak maaf, ini ada apa...

Kenangan Terindah itu (Masa SMU)

Image
Terdengar sebuah lagu Samsons Kenangan terindah di telingaku, tiba-tiba terbayang kenangan di tahun 2005-2006. Saat itu aku masih bersekolah dan berseragam islami sebut saja di MAN 1 Sumbawa, ku mengenal seorang wanita yang berparas salju dari cina namanya Leni. Dia adalah teman satu les saat itu dan dia akrab dengan sahabatku yang bernama Iqbal biasa di panggil Jois karenz...logika aja karena mereka teman satu kelas, sedangkan aku sekelas saja tidak pernah tapi hatiku lagi ingin berkelas dengannya. Iqbal : Aida..Leni semok betul tank!!! Aku : Oh iya terus kenapa?kamu mau sama dia? Iqbal : Ah kamu peee, kaya nggak tau aku aja... Aku : (Okesip,ini kesempatan)..iya aku tau kamu suka laki kok...hehehe Itu tadi sedikit perbincangan Kami setelah pulang les. Dan Aku baru paham dan ngerti bahwa besok saat les lagi mataku akan lebih fokus ke salju dari cina itu.  Hari sudah menjelang sore, proses belajar mengajar ekstra berlangsung di kelas IPS 2. ini sebuah keuntungan bag...